 |
ilustrasi sejarah sepatu |
Actual
Footwear – Sepatu dan sandal merupakan wujud alas kaki. Sepatu berbentuk
menyelimuti telapak, jari, tumit, sampai dengan mata kaki, sendangkan sandal
tidak ada selimut kaki, alias tumit dan jari-jari kaki tetap terlihat. Meskipun
sampai detik ini masih ada orang-orang yang tidak memakai sepatu dalam segala
aktifitas, akan tetapi para pembaca tulisan ini tentunya pernah dan memiliki
sepatu. Sepatu pria berbeda bentuk dan modelnya dengan sepatu wanita. Namun,
bagaimana dengan fakta sejarah sepatu pada masa lampau? Berikut penjelasan dari
berbagai sumber:
1) Sepatu / Alas Kaki Sejak Jaman Es
Para ahli sejarah
memperkirakan sepatu pertama kali dibuat pada zaman es atau lima juta tahun
lalu dan dibuat dari kulit binatang. Wah, tentunya hal ini sangat sulit
dilogika-kan. Lima Juta tahun yang lalu bukanlah masa singkat. Jaman itu,
sebagian besar daratan di permukaan bumi masih terselimuti es seperti halnya
kutub utara dan kutub selatan pada masa sekarang.
2) Alas Kaki dalam Sejarah Peradaban
Mesir Kuno
Penemuan
lukisan Kuno di Thebes - Mesir, menunjukkan bahwa orang Mesir telah meemakai alas kaki pada
abad sekitar 15 Sebelum Masehi (SM). Dalam lukisan tersebut digambarkan ada pengrajin
yang duduk di kursi pendek. Seorang pengrajin itu Nampak sedang sibuk membuat alas
kaki (sandal), sedangkan seorang lagi sedang menjahit sepatu. Sandal dibuat
dari bahan-bahan seperti kain, daun palem, papirus, kulit, atau bahan lainnya yang serupa dan kemudian dianyam
sesuai teknik yang berkembang pada saat itu.
3) Penemuan
Sepatu Peninggalan Tahun 8000 – 3000 SM
Sepatu primitif dalam jumlah
besar pernah ditemukan di pedalaman Missouri, Amerika Serikat dan diperkirakan
berasal dari 8000 Sebelum Masehi (SM). Sepatu lainnya juga pernah ditemukan di
pegunungan Perancis dan berasal dari 3300 SM.
4) Bahan Pembuatan Sepatu
Selain dari kulit binatang
ada juga sepatu yang terbuat dari rumput atau semak untuk melindungi kaki dari
teriknya sinar matahari atau dinginnya suhu.
 |
sepatu dari dedaunan dan alas kaki kuno |
5) Alas Kaki Raja Mesir Kuno
Pernah ditemukan sebuah alas
kaki yang berasal dari Mesir Kuno dan memiliki gambar yang sangat indah. Alas
kaki tersebut merupakan milik Raja Mesir.
 |
Salah Satu Contoh Alas Kaki Raja Mesir Kuno |
6) Sepatu Menunjukkan Status
Sosial
Alas kaki dan sepatu pada
masa lampau, diartikan juga untuk menunjukkan status sosial. Masyarakat Yunani
Kuno juga memiliki alas kaki yang sangat menunjang aktivitas mereka. Sepatunya
memiliki banyak tali yang diikat di sekeliling betis. Di drama panggung
Yunani Kuno, status social aktor (pemeran drama) dapat dilihat dari sepatu yang
dipakainya.
Ada Perbedaan antara alas
kaki yang dipakai keluarga kerajaan,pedagang, artis bahkan sampai semua profesi
memiliki kekhasan alas kaki masing masing. Pada zaman dulu di Jepang
alas kaki merupakan salah satu lambang status sosial si Pemakai sebelum tahun
1970-an geisha telah mengenakan sandal bakiak
Okobo.
7) Sepatu Sebagai Simbol Kemenangan
Tentara Romawi kuno juga
memiliki sepatu yang sangat khas dan disebut caligae. Saat para tentara Romawi kembali dari peperangan dan
menang, caligae nantinya akan diberi
paku yang berasal dari perunggu, perak bahkan emas. Orang Romawi membuat
alas kaki yang dibuat senyaman mungkin untuk berjalan jauh guna mendukung para
tentaranya yang menaklukkan apa yang mereka sebut dunia baru.
Pada jaman Sebelum Masehi,
model desain sepatu hanya seperti kantong kaki yang hanya memiliki fitur tali
dari bahan kayu atau sejenis ranting halus, dan kulit rusa pada bagian samping.
9) Tradisi Mengikat Bagian
Bawah Kaki
Tradisi Cina Han mengikat
kaki perempuan untuk membuat kaki mereka menjadi kecil seperti tunas teratai
sudah berlangsung lebih dari seribu tahun, disebut Lily foot Shoes. Bagian Kaki yang diikat dan berlangsung
selama bertahu-tahun itu, jika suatu saat dilepas maka si kaki akan berbentuk
sepatu seperti halnya sepatu wanita ber-hak sedang.
10) Sepatu Mewah Bangsawan Eropa
Sepatu
kalangan bangsawan Eropa pada abad ke-12 dipenuhi dengan berbagai hiasan mewah.
Sepatu bot Henry IIberwarna hijau dengan garis-garis emas. Dari makam Henry VI dari
Sicilia yang wafat tahun 1197 ditemukan sepatu dengan bagian atas dari kain emas
berhias mutiara. Bagian sol dibuat dari gabus berlapis kain emas. Sepatu
menutupi hingga bagian pergelangan kaki, dan dikencangkan dengan kancing kecil.
Permaisuri Constance yang wafat tahun 1198 mengenakan sepatu dari kain emas
berhiaskan permata, dengan pengencang berupa sabuk kulit yang diikat dengan
tali.
11) Alas Kaki Bangsawan Turki
Klopen super tinggi dari
Turki sering disebut dengan KabKabs, biasanya dimiliki para bangsawan di Timu
Tengah, pada abad ke 14 biasanya dihiasi dengan mutiara.
 |
Alas Kaki Mewah Turki |
12) Sepatu Kayu India
Padukas (Toe-kenop sandal)
di India tahun 1700 atau sandal yang beralas dari kayu dimana pada bagian
ujungnya terdapat kenop atau tuas yang digunakan untuk menjepit. Kemudian
sandal bakiak dari pohon kenari, di India tahun 1700 dimana alas sandal
tersebut terbuat dari kayu yang dibuat meruncing ujungnya dan bagian tutup
terbuat dari kulit yang ditutup dari ujung sampai batas mata kaki. Kemudian di
Italia terdapat Chopines , yaitu sandal kebangsaan wanita italia, pada abad ke
17 yang terbuat dari kayu atau cetakan logam yang bagian alasnya berbentuk
tabung keatas dimana sandal berada diatasnya.
13) Awal Ditemukannya Pencetak
sepatu
Seiring dengan banyak keinginan
tentang sepatu yang nyaman dipakai dan tentu juga indah dipandang, akhirnya
orang-orang mulai berpikir untuk membuat Sepatu yang sesuai dengan keadaan kaki
atau fit on foot yang akhirnya ditemukan last(acuan/cetakan) seperti bentuk
yang sekarang.
Cetakan kaki atau last
merupakan perwujudan dari bentuk kaki secara umum, walaupun bukan
pengejawantahan bentuk kaki secara sempurna. Pada tahun
1858, Lyman Reed Blake menemukan
mesin untuk menjahit sol sepatu langsung ke bagian paling atas, lalu
penemuannya itu dipatenkan oleh “Gordon McKay”, yang kemudian mempatenkan nama”
McKays” sebagai merk sepatu yang dibuat dari mesin itu.
14) Awal Mula Sepatu Wedges
Sepatu
wedges dibuat pada tahun 1940-an. Saat itu Italia sedang menjalani
pemboikotan perdagangan. Akibatnya Ferragamo tak lagi bisa mengimpor baja untuk
heels traditional. “Saya lalu bereksperimen dengan gabus dan memasangnya di
sepatu,” kata Ferragamo. Hanya dalam hitungan minggu sepatu itu jadi benda
paling populer di Italia.
15) Perkembangan Sepatu Loafers
Sepatu
loafer merupakan sepatu dengan model tanpa tali. Orang yang tidak suka ribet,
tentunya meyukai sepatu jenis ini. Dulunya loafer adalah sepatu pria, namun
Hepburn berhasil membuat sepatu ini sama gayanya untuk perempuan, demikian
dicatat oleh Wall Street Journal. Hepburn pertama kali menggunakan sepatu ini
di tahun 1957 saat membintangi film Funny Face. Dia menggunakan loafer hitam
dari Ferragamos.